Hallo blogger, I come back to tell you something.. ehm.. little story(?) about my life. Stop using english nad, jangan nge sok deh hahaha.
Okay....
Saya mulai ya ceritanya...
Kata orang tua saya, saya lahir di salah satu rumah sakit di kota Palembang yang bernama Rumah Sakit PT Pusri. Saya anak pertama dari keluarga kecil ini. Sekedar info tambahan, kata mama saya, baby nadya sudah pernah merasakan kuliah karena saya dulu selalu ikut diperut mama saat dia kuliah.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengenal dunia sekolah.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengenal dunia sekolah.
Saya dulu pernah menjadi siswa TK Hanawijaya Palembang yang sekarang telah tinggal nama. Saya masih ingat sekali bentukan kelasnya, taman bermainnya yang kecil. TK ini kebetulan tempatnya dekat dengan rumah Almh nenek saya di Kenten, jadi saya masih sering lihat keadaan TK tersebut yang sudah berubah menjadi rumah warga. Nadya kecil seperti kebanyakan anak perempuan lainnya yang kalem dan kadang nakal juga jika sedang ingin bermain. Maklum ya anak anak haha... Bahkan foto satu kelas saya saat TK pun masih ada di album foto yang tersimpan dirumah. Masa studi TK saya pas 2 tahun :)
Setelah saya lulus dari TK, saya masuk ke tingkat Sekolah Dasar. Saat dijenjang ini saya belum mengerti apa-apa, jadi saya hanya bisa menurut apa yang orang tua saya rencanakan. Saya dimasukkan ke SD PUSRI 1 Palembang. Jaman dulu, SD Pusri itu dibagi 2 yaitu SD PUSRI 1 dan SD PUSRI 2. Kedua SD ini benar benar sebelahan loh dan satu lingkungan sekolah, cuma dipisahkan oleh ruang guru dan perpustakaan. Walaupun sebelahan, tapi anak-anaknya jarang saling mengenal dan kadang tidak akur.
Oh iya, jarak rumah saya dan sekolah lumayan jauh, untung saja ada transportasi bus sekolah untuk mengantar dan menjemput kami. Saat penjemputan di pagi hari, saya harus menunggu ditempat penjemputan. Di lingkungan komplek perumahan saya ternyata banyak sekali yang sekolah di Pusri hahaha jadi ya harus berebutan untuk mendapatkan kursi. Oh... Beautiful Memory. Saat pulangnya, kami harus berjalan ke tempat parkir bus yang bernama Transport. Disana ada beberapa macam bus dengan tujuan yang berbeda, ada yang ke Kenten-Sukamaju (ini bus saya), Borang, Sako, Perumnas. Kadang-kadang kami harus gabung kalau sopirnya tidak ada. Bisa dibayangkan kan sepenuh apa itu bis hahaha. (Huhuhu jadi kangen T.T)
Jaman SD lumayan banyak ceritanya karena masa SD kan yang paling panjang ya (6 tahun) LMAO. Dulu SD kami cuma sampai 3 kelas (A,B,C) dan anak-anaknya sekitar 35-40 orang. Saya dulu masuk kelas 1B, 2A, 3A (Kalau tidak salah), 4C, 5B, 6C. Saya akan bercerita beberapa cerita yang saya ingat waktu dijaman SD ini ya.
Pertama, ini pada saat saya kelas 1 SD, saya sekelas dengan teman sekomplek saya, Windri. Saya dulu sempat menjauhi dia dan tidak suka sama dia haha saya lupa alasannya kenapa. Sorry Windri, tapi sekarang biasa aja. Mungkin itu khasnya anak kecil ya :D Di kelas 1 ini kebetulan ada dua yang namanya Nadya, jadi saat pembagian rapor (saya lupa itu rapor mid semester apa kenaikan semester) peringkat saya dibawah peringkat Nadya yang satunya lagi. Pada saat itu saya tidak terima, saya berpikir kalau ibu guru pasti kebalik memberikan nilainya HAHA. Ya allah, kecil-kecil sudah suudzon saja jadi anak, nad :))))
Kedua, ini pada saat saya kelas 2 SD, ibu guru menyuruh kita mulai menghapal perkalian. Apa kalian juga disuruh begitu, teman? Karena saya tidak terima dengan hasil nilai saya saat kelas 1, saya berniat jadi anak ambisius disini (ceileeh), saya segera menghapal dengan giat dirumah meskipun waktu itu rumah mati listrik dengan berbekal buku yang bersampul perkalian dibelakangnya. Hari yang ditunggu pun tiba, satu persatu anak disuruh maju untuk menghapal perkalian. Daaan alhamdulillah saya lancar menghapalnya.
Ketiga, Saat kelas 3 SD yang merupakan tahap terjungkirnya seorang nadya. Saya mendapat peringkat 17 dirapor. Sedih? Iya... Banget malah. Salah satu penyebabnya adalah mata saya minus, jadi saya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ditulis dipapan tulis. Saya mesti melirik keteman sebangku saya untuk mencatat tulisan apa yang dipapan tulis. Bayangkan betapa sulitnya saya mengerjakan ujian yang apabila ditulis dipapan tulis, saya mesti curi curi pandang ke teman sebelah untuk lihat soalnya, terkadang saya minta tolong keteman sebangku untuk mencatat soal terlebih dulu baru menjawab soalnya. Saya sangat berterima kasih ke teman sebangku saya selama saya berada di bangku sekolah dasar. Tanpa mereka mungkin saya bakal melewati masa-masa SD yang lebih kelam lagi. Sebenarnya mata minus sudah saya rasakan sejak kelas 1 SD tapi saya tetap bungkam karena takut dimarahi orang tua saya. Saya lumayan lama merasakan kekurangan saya ini, karena saya baru diberi kacamata saat saya kelas 5 SD. Itu pun karena Alm kakek saya yang memerhatikan saya saat melihat sesuatu mesti menyipitkan mata. Akhirnya mata saya pun diperiksa dan ternyata minus saya sudah sampai minus 3 :) Papa saya langsung marah-marah dimobil T.T
Keempat, saya pernah berlibur ke dua tempat dalam 1 tahun yang kebetulan waktu itu saya masih duduk di kelas 5 SD. Kedua tempatnya yaitu ke Padang dan ke negara Singapura. Cerita ke Padang lumayan banyak, tapi yang saya ingat persis itu saat kejadian mobil angkutan kota suatu daerah memberhentikan mobil kan karena "katanya" melempari(?) batu ke kaca mobil depannya. WHAT? Kita (orang-orang) satu mobil tidak merasa ada yang melempar batu. Tapi kami tetap dituduh hingga akhirnya digiring ke kantor polisi terdekat untuk melakukan penyelesaiannya. Gimana tidak bete ya, belum juga sampai Padang sudah kena masalah saja. Daripada berlarut-larut, akhirnya kami mengalah. Kami memberi sejumlah uang untuk mengganti kaca mobil itu dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan hati yang masih kesal. Saat memasuki wilayah kota Padang, kami berusaha mencari hotel dan apesnya semua hotel full :) Akhirnya kami berhenti dulu disuatu tempat (seperti aula) dipinggiran sungai untuk makan malam sejenak dan berpikir sebaiknya menginap dimana. Keputusan pun sudah ada, yaitu lanjut perjalanan ke Maninjau tempat rumah nenek. Kota Padang ke Maninjau butuh waktu 4 jam. Saya tertidur dijalan dan kemudian saat terbangun, saya sudah di Maninjau. Paginya, saya keluar langsung disuguhi pemandangan Danau Maninjau yang indaaaaaaah sekali. Di Padang ini, saya banyak mengunjungi tempat wisata dan saya tidak bisa menceritakan semuanya disini hehe. Ada satu lagi cerita yang lumayan seram saat saya ke Padang, saya lupa kejadiannya waktu pergi ke Padang atau balik ke Palembang. Kejadiannya terjadi malam hari, jalan sepi hanya mobil kami yang melintas disana. Kebetulan Om saya melihat ada orang dipinggir jalan tetapi waktu sesudah melintasinya, om saya melihat ke spion mobil ternyata orangnya tidak ada, Satu mobil langsung terdiam. TAMBAHAN! Di perjalanan pulang, saya sering mabok dijalan karena dimobil ada GULA AREN YANG BAUNYA MENYENGAT ! I HATE THIS SMELL!!
Perjalanan ke Singapura pun tidak kalah serunya, apalagi keluarga saya pergi pada tanggal 28 Desember 2004 yaitu 2 hari pasca terjadinya bencana tsunami aceh. Waswas? Jelas! Selama di Singapura, keluarga saya menginap ditempat apartemen saudara. Apartemen pasti ada lift nya ya kan? Saya dan adik-adik saya lumayan jahil naik turun lift karena masih alay belum pernah merasakan naik lift. Selama di Singapura, saya menunjungi Orchid (?) dan juga Sentosa Island, bahkan sempat ke negara tetangga yaitu Johor, Malaysia. Perjalanan ke Johor menggunakan jalur darat (bus) dan saya melintasi jalan yang sedang ditutup akibat terkena dampak tsunami aceh. Untuk cerita detailnya perjalanan ke Singapura mungkin sedikit mustahil karena saya sudah lumayan lupa dan didukung pula dokumentasi perjalanan yang lenyap entah kemana. So sad :(
Satu cerita lagi yang saya alami di kelas 5 SD, kelas saya harus kehilangan wali kelas tercinta dan satu kelas pun menangis melepas kepergian beliau :) Kemudian, wali kelas kami diganti sementara oleh wakil kepala sekolah. Oke. Sip!
Kelima, saya pernah berurusan sama ibu wali kelas waktu kelas 6 SD haha. Ini bermula saat beberapa anak dikelas meninggalkan buku pelajarannya di laci meja setelah kelas tambahan dan ternyata ada yang mengadu. Apeslah saya dipanggil guru saat saya sudah dijemput papa saya. Apa yang terjadi selanjutnya? YA. Saya dan beberapa anak dimarahi oleh ibu guru. HAHA.
Keenam, anak-anak Kelas 6 SD 1 dipindahkan ke kelas 6 SD 2 tetapi saya lupa karena alasan apa huhu, jadi ceritanya tidak bisa panjang panjang :(
Kita beralih ke masa SMP, masa ini saya mulai ingin memilih sekolah mana yang saya ingin masuki. Dulu, teman dekat saya saat SD, Lidya, ingin sekali masuk ke SMP 8, Palembang dan teman yang saya sukai (ahaha) juga sudah bersekolah di SMP tersebut. Saya sempat mengutarakan keinginan saya ke orang tua saya, tetapi orang tua saya menolak karena alasan transportasinya. Siapa yang akan mengantarkan saya ke sekolah? Dengan berat hati, akhirnya saya dijebloskan ke SMP PUSRI. Ternyata dan ternyata, teman saya itu tidak jadi sekolah di SMP 8 malah daftar ke SMP Pusri haha ditambah teman sekomplek saya (Windri dan Ita) juga sekolah di SMP itu. How happy I am. Tetapi, kesenangan saya hanya sebentar, 3 teman saya masuk ke kelas 7.2 sedangkan saya dikelas 7.3, mereka juga mendapat teman baru disana, namanya nurul suka dipanggil nunung, mereka buat squad pula, kemana-mana sering berempat :) Saya kaya benalu yang suka nempel kemereka haha. Mereka kalau tidak saya datangi kelasnya, jarang ingat sama saya. Sedih? Pasti. Tapi saya berusaha tahan saja.. Ada satu cerita menarik nih, saya tahu teman saya yang nunung ini suka sama teman sekelas saya namanya Benny. Nunung suka sama dia sejak SD (kebetulan mereka sama-sama dari SD PUSRI 2). Nadya yang baik hati berniat jadi mak comblang diantara keduanya karena akses saya lebih mudah buat berinteraksi sama si Ben (kita sebut panggilan ini aja ya). Tapi ujungnya, bukannya jadi mak comblang, saya malah yang ke pincut sama orang itu -_- HAHAHA. Enggak enak hati? Pasti! Tapi nurul yang hatinya terlalu baik itu, cuma bilang "gapapa nad". Saya sempat duduk sebangku dengan yang namanya Hil*a, dia tahu juga kalau saya suka sama di Ben ini bahkan Hil*a ini pacaran sama teman sekelas saya juga yang juga teman dekatnya si Ben. Sekedar info, saya menghabiskan masa SMP dengan menaruh hati sama cowo itu. Tau tidak ujung ceritanya gimana? Waktu SMA, Ben dan Hil*a pacaran guys. Saat tau berita itu, saya nangis berasa dikhianati. Mungkin ini karma buat saya.
Masa SMP lumayan seru tetapi sayangnya, saya menjadi anak yang tidak membuat masalah. Kesannya hampa sekali, lulus SMP tidak ada cerita tentang kenakalan. Soalnya saya hanya fokus dengan perasaan saya dengan si Ben ini HAHAHA.
Kemudian saya masuk kelas 8.7, saya dan keempat teman saya berpencar (seingat saya, kami tidak ada yang sekelas) serta si Ben ini juga beda kelas dengan saya maupun teman-teman saya. Ah, ada suatu cerita, gosip-gosipnya kelas 8.6 itu kelas yang berhantu!
Penentuan untuk member kelas 9 adalah berasal dari nilai. Teman saya, Windri dan Ita masuk ke kelas 9.7 yang isinya otak-otak encer semua. Saya dan nunung masuk ke kelas 9.6 yang isinya otak-otak encer KW 2 (HAHA) dan Lidya di kelas 9.5. Tau tidak si Ben dikelas apa? Dia sekelas sama saya HAHAHA. Seneng? Banget! Di masa-masa kelas 9, saya sudah jarang bermain dengan mereka-mereka ini. Saya sering main dengan Selly yang juga teman sekomplek sama saya.
Saat-saat SMP adalah saat dimana Nadya sangat semangat ke sekolah. Karena si Ben ini :)
Di akhir semester, kami mulai entry pendaftaran SMA FAVORIT di Palembang. SMA Favorite jaman dulu adalah SMA 17, SMA 5 dan SMA 6. Asal kalian tahu, saya masukin berkas ke 3 SMA itu sekaligus :D
By the way, selama saya suka dengan si Ben, saya lupa dengan teman yang saya suka pertama kali (cerita diatas ^^ ) Teman yang saya suka lebih tua satu tahun diatas saya. Dia tetangga sebelah rumah saya yang berinisal C.
Untuk cerita lebih lanjut, silahkan baca disini ya :) https://nadyakifta.blogspot.co.id/2014/06/c.html
Maaf ya, masa sekolah saya memang rada alay. Hanya mengurus tentang cinta-cintaan. Semasa SMP pernah terjadi tangki pabrik bocor dan mengharuskan seluruh anak-anak sekolah harus pulang kerumah masing masing. Padahal kami sudah berada diperjalanan menuju sekolah. Lumayan ya bisa libur sehari.
Kemudian, karena saya tidak diterima di SMA 17, saya terpaksa ikut tes lintas rayon di SMA 18. Saya pun tidak diterima di SMA ini dan dengan terpaksa harus daftar di SMA Swasta. Waktu itu saya disuruh memilih antara SMA Pusri, SMA Bina Warga, dan SMA Tunas Bangsa. Berakhirlah saya memilih masuk ke SMA Bina Warga. Setelah selesai mengurusi berkas, saya pulang. Tapi ada sesuatu yang membuat saya bingung. Kenapa di gedung sisi sebelah tempat saya mendaftar lebih banyak siswanya dibanding tempat saya mendaftar dan ternyata SMA Bina Warga terbagi 2. Saya sudah terlanjur mendaftar di SMA BW 1 dan waktu itu saya menyesal. Saya masuk ke SMA ini tidak sendiri, teman saya Windri juga masuk ke SMA ini dan kami pun satu kelas. Karena saya belum mempunyai banyak teman, saya memilih Windri untuk menjadi teman sebangku saya.
~ Masa orientasi siswa pun dilaksanakan, MOS dilaksanakan oleh kebanyakan kakak-kakak OSIS. Segala perlengkapan perang yang menurut saya tidak ada gunanya itu mesti dipakai setiap hari. MOS sangat tidak menarik. Selama MOS berlangsung, saya diantar oleh papa saya karena saya malu jika harus berjalan dengan perlengkapan aneh itu haha.
~ Setelah masa MOS selesai, saya dibelikan motor oleh orang tua saya karena jarak rumah dan sekolah yang lumayan jauh, lagipula akan repot jika saya bolak-balik naik angkutan kota. Tapi saya memberanikan diri untuk menyetir motor jarak jauh untuk pertama kali bukan menuju sekolah melainkan ke tempat les bahasa inggris LIA yang notabene lebih jauh dari sekolah.
~ Saya sempat berkeinginan mendaftar jadi anak OSIS dan sudah ikut pelatihannya juga (sebenarnya lebih ke arah intimidasi daripada pelatihan-_-) Karena saya mental tempe, saya menyerah dan meminta orang tua saya yang bilang ke guru untuk membatalkan keikut sertaan saya.
~ Pernah suatu hari dipagi hari, saya sudah siap-siap dari rumah dan hendak pergi ke sekolah. Saya lupa karena hal apa, saya kesal dengan orang tua saya. Kemudian saya menyalakan motor sambil jengkel selama diperjalanan. Tapi saat diperjalanan, suatu hal terjadi yaitu motor saya dikejar anjing. Padahal saya sama sekali tidak mengganggu anjing itu. Mungkin ini balasan saya karena sudah kesal sama orang tua haha.
~ Saat SMA, saya mulai mencari jati diri dan mencari teman yang banyak. Saya tidak mau se-kuper waktu SMP. Sewaktu saya kelas X, saya masuk dikelas X.1 yang saya beri nama Desmitviens Latvi. Saya berteman dekat dengan banyak teman dan sempat membuat kenakalan juga. Saya dan hampir seluruh teman sekelas minggat dari kelas Bahasa. Ini benar-benar jangan ditiru. Untung saja gurunya tidak mudah marah. Guru bahasa kami bernama Pak Eko. Saya sebenarnya sedikit kesal dengan bapak ini, karena hampir selalu saya yang ditunjuk jika disuruh membaca atau menjawab pertanyaan.
~ Kelas kami juga pernah membuat masalah, yaitu membuat guru keluar dari sekolah. Kalau tidak salah guru kesenian. Saya lupa karena hal apa, tapi ini adalah hal yang tidak baik ditiru.
~ Drama laptop, ini juga termasuk drama yang panjang. Laptop teman saya, kidut, hilang. Kalau tidak salah, itu pada saat classmeeting. Saya yang sudah pulang kerumah dan sudah duduk manis depan komputer tiba-tiba dapat telepon kalau laptopnya kidut hilang. Beberapa teman saya dituduh mencurinya termasuk sahabat saya, zaza. Pihak sekolah sampai menghipnotis beberapa teman saya. Sampai sekarang, saya tidak tahu siapa pelakunya.
~ Ada hal yang tidak menyenangkan terjadi tiba-tiba, yaitu almh nenek saya yang dulu masih ada tiba-tiba jatuh dan tidak sadar. Kebetulan mama saya sedang di Sekip saat kejadian itu dan langsung membawa nenek saya menuju rumah sakit. Nenek saya di operasi dihari itu juga. Saya yang waktu itu dikabari saat lagi mengikuti pelajaran tambahan langsung gusar dan ingin segera pulang menuju rumah sakit. Diperjalanan kerumah sakit, hujan pun turun dengan derasnya. Otak saya yang tidak bisa berpikir jernih langsung nerobos hujan dan hanya berpikir untuk secepatnya sampai disana. Suasana dirumah sakit sudah sangat kelam. Mama menangis. Saya yang sudah basah kuyup disuruh ganti baju dikamar mandi. Hari-hari dijalani dengan perasaan berat dan sedih menunggu nenek/ibu sadar dari koma. Saya yang sempat menengok ibu di ICU hanya bisa menangis dan berdoa supaya ibu cepat sadar. Mama juga bolak-balik ke rumah sakit untuk bergantian menjaga. Sampai dihari itu, tanggal 2 Maret 2010 ibu meninggalkan kita semua. Saya tidak sanggup menceritakan ini secara detail, jika kalian mau membaca, bisa ke link ini Ibu meninggal , maaf jika saya menggunakan bahasa palembang dan penulisan yang tidak benar.
Kenaikan kelas pun tiba, saya masuk ke kelas IPA. Saya senang sekali bisa masuk kelas IPA. Ketika kami naik kelas, otomatis murid baru muncul. Saya sempat memerhatikan satu adik kelas yang badannya putih seperti orang cina/korea haha. Tapi ini tidak lama sih, karena ya masa suka sama brondong.
~ Kelas ini adalah gabungan dari 3 kelas yang berbeda. Isinya juga sebagian besar perempuan. Karena kami dikelas X sudah dekat dengan anak-anak satu kelas, jadi saat digabungkan langsung membentuk geng-gengan. Sisi kanan adalah geng X.1, sedangkan sisi kiri adalah geng X.2 dan X.3. Wali kelas yang membaca situasi pun akhirnya memberi keputusan untuk pergantian kursi. Tempat duduk kami ditentukan oleh wali kelas. Saya lupa dengan siapa saya duduk, tetapi saya akhirnya pindah tempat duduk dengan uci dan posisinya didepan tempat duduknya zaza dan kiki. Dan dibelakang kursi zaza dan kiki adalah kursi ijal dan windri. Ini benar-benar kombinasi yang pas haha. Akhirnya drama ini pun berakhir, satu kelas mulai bisa berbaur satu sama lain tapi tidak dapat dipungkiri kalau kami tidak mungkin bisa dekat yang dekat sekali.
~ Ada satu cerita yang lumayan berkesan dalam hidup saya. Jadi, awalnya kelas kami sedang asik-asiknya bermain kartu remi. Kami bermainnya diam-diam tanpa dilihat guru dan jika kalah akan diberi hukuman. Permainan ini lumayan lama kami lakukan, tapi pada suatu hari. kami sedang bernasib sial. Saya dan beberapa teman saya kepergok sedang bermain. Dunia serasa berhenti mendadak dan besoknya kami disuruh menghadap wali kelas. Hari esoknya, saya dan beberapa teman dimarahi didepan anak kelas X. Sangat memalukan haha. Tapi ini menjadi kejadian yang tidak pernah saya lupakan karena jika diingat-ingat ini nantinya akan menjadi cerita yang lucu dimasa depan.
~ Saya merayakan ulang tahun ke-17 dengan cerita yang tidak biasa. Awalnya, seminggu sebelumnya, saya dijauhi oleh teman-teman saya karena saya keluar dari admin grup FB kelas. Saya dicacimaki terang-terangan di sosial media oleh teman-teman saya. Sakit hati? Pasti. Tetapi saya masih berpositif thinking kalau ini hanya dikerjain karena mendekati ulang tahun saya. Saya yang awalnya berniat merayakan ulang tahun di rumah dengan mengundang keluarga, tetangga dan teman-teman sekolah menjadi berubah, saya tidak berani mengundang teman-teman saya. Setelah seminggu acara ulang tahun berlalu (kebetulan hari ulang tahun saya saat liburan), waktu saya masuk sekolah kembali, saya tetap didiamkan oleh teman-teman saya dikelas. Saya hanya duduk dikursi saya. Saat pulang kerumah, saya meminta ke mama buat pindah sekolah karena saya tidak tahan dijauhi oleh teman-teman saya. Tapi tanpa saya ketahui, mereka (teman-teman saya) beserta adik saya sudah merencanakan sesuatu. Mereka kerumah saya untuk merayakan ulang tahun saya. Rasanya senang sekali haha. Sampai sekarang, kejadian ini masih dijadikan bahan lelucon oleh teman-teman saya loh haha.
Kenaikan kelas pun tiba, saya masih sekelas dengan orang-orang itu saja. Keasikan khas jaman SMA juga saya rasakan diera ini. Sekolah saya mewajibkan anak-anaknya ikut mata pelajaran tambahan setiap harinya. Selama sekolah, saya sering sekali pulang sore karena saya biasa main dulu atau sekedar makan/nongkrong bareng dengan teman. Kegilaan dikelas pun semakin menjadi, saya rasanya selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah hanya untuk bermain dikelas dengan teman-teman. Saya juga mulai mengenal kpop dan terjerumus kedalamnya. Saya sempat tergila-gila dengan Super Junior, lalu EXO debut ditahun 2012 dan langsung menyukainya.
~ ALKENA (Album Kenangan) yang pada awalnya ingin berkonsep retro malah berujung tidak jelas. Padahal kelas kami sudah memesan satu kamar di Hotel Novotel untuk melakukan pemotretan. Ketika albumnya jadi, saya benar-benar kecewa dan malu melihat hasilnya.
~ Undangan adalah salah satu jalur untuk masuk ke Universitas negeri di Indonesia. Jaman saya, hanya 50% dari total anak sekolah yang bisa ikut jalur ini. Itupun pemilihan universitas dan fakultasnya harus pintar berstrategi agar bisa keterima. Saya dan Windri memberanikan diri untuk ikut jalur undangan ke Universitas Gadjah Mada karena saya juga ingin ikut jalur kemitraan oleh perusahan papa saya yang mewajibkan yang ikut hanya jalur undangan saja. Sedangkan teman-teman saya kebanyakan mengambil Universitas Sriwidjaya. Lumayan berani tindakan yang saya lakukan ini, karena saya juga hanya diperingkat 5 besar sesekolah dan jurusan yang saya ambil pun cukup berat yaitu Kedokteran Gigi dan Teknik Sipil, untuk pilihan ketiga dan keempatnya, saya memilih di UNSRI dengan fakultas yang sama.
~ Saya ikut ujian tulis kemitraan yang diselenggarakan di kantor papa saya. Pesertanya banyak sekali dan saya banyak menjumpai teman-teman lama saya saat SD dan SMP. Mereka pintar-pintar sekali saat jaman sekolah dulu dan saya langsung minder seketika. Saya ikut tes dari pagi hingga siang. Soalnya sulit jadi saya hanya bisa pasrah untuk hasilnya nanti, tapi saya sedikit percaya diri dengan kerjaan TPA saya. Semoga saja itu bisa membantu.
~ Saya ingin merasakan rasanya jika pergi jalan-jalan sebelum ujian sekolah berlangsung. Saya dan sahabat saya pergi ke PIM untuk menonton film dan sewaktu hendak pulang terjadi hujan. Angkutan kota juga sulit ditemui, karena selalu penuh penumpang. Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa pulang dengan selamat.
~ Saya dan sahabat saya pernah bertengkar sewaktu selesai ujian sekolah dikarenakan tentang ujian haha. Saya tidak berani menceritakan ini lebih lanjut. So, Im sorry.
~ Kelulusan pun tiba, saya deg-degan takut tidak lulus atau lulus dengan hasil yang buruk. Kelulusan diumumkan siang hari. Saat menunggu acara kelulusan, saya berkumpul dengan teman-teman saya. Saya yang mengira pengumuman undangan masih beberapa hari lagi, di hari itu saya diberi tahu bahwa pengumuman dimajukan dihari itu juga pukul 5/6 sore. Saya langsung double panic. Pengumuman sudah dilaksanakan, alhamdulillah saya lulus dengan hasil yang tidak buruk buruk amat. Orang tua saya suruh pulang duluan karena saya masih ingin bermain dengan teman-teman sekaligus mau coret-coretan baju. Anak nakal! Haha. Saya sampai ke rumah sewaktu menjelang pengumuman undangan. Selama merayakan kelulusan, saya lupa dengan pengumuman undangan. Saat sesampainya dirumah, saya langsung ingat dan takut untuk mengecek portal. Karena saya tidak berani membuka portal, orang tua dan adik-adik saya gemas. Adik saya, caca, mewakili untuk membuka portal tersebut. Alhamdulillah saya diterima di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Saya yang masih menggunakan seragam yang sudah dicoret-coret hanya bisa menangis terharu. Orang tua saya dan adik-adik menyelamati saya. Mama juga memberitahu Alm kakek (Ayah) saya yang dulu masih ada kalau saya lulus. Ayah menangis terharu ditelepon dan berpesan untuk kuliah yang benar.
Untuk cerita selanjutnya waktu semasa kuliah, bisa kalian cek di postingan saya yang berjudul "Dunia Kuliah" karena saya sudah pernah menceritakannya terlebih dahulu.
Demikian dulu cerita panjang saya, terima kasih jika ada yang membaca cerita tidak jelas saya ini.
- NKA -
~ Masa orientasi siswa pun dilaksanakan, MOS dilaksanakan oleh kebanyakan kakak-kakak OSIS. Segala perlengkapan perang yang menurut saya tidak ada gunanya itu mesti dipakai setiap hari. MOS sangat tidak menarik. Selama MOS berlangsung, saya diantar oleh papa saya karena saya malu jika harus berjalan dengan perlengkapan aneh itu haha.
~ Setelah masa MOS selesai, saya dibelikan motor oleh orang tua saya karena jarak rumah dan sekolah yang lumayan jauh, lagipula akan repot jika saya bolak-balik naik angkutan kota. Tapi saya memberanikan diri untuk menyetir motor jarak jauh untuk pertama kali bukan menuju sekolah melainkan ke tempat les bahasa inggris LIA yang notabene lebih jauh dari sekolah.
~ Saya sempat berkeinginan mendaftar jadi anak OSIS dan sudah ikut pelatihannya juga (sebenarnya lebih ke arah intimidasi daripada pelatihan-_-) Karena saya mental tempe, saya menyerah dan meminta orang tua saya yang bilang ke guru untuk membatalkan keikut sertaan saya.
~ Pernah suatu hari dipagi hari, saya sudah siap-siap dari rumah dan hendak pergi ke sekolah. Saya lupa karena hal apa, saya kesal dengan orang tua saya. Kemudian saya menyalakan motor sambil jengkel selama diperjalanan. Tapi saat diperjalanan, suatu hal terjadi yaitu motor saya dikejar anjing. Padahal saya sama sekali tidak mengganggu anjing itu. Mungkin ini balasan saya karena sudah kesal sama orang tua haha.
~ Saat SMA, saya mulai mencari jati diri dan mencari teman yang banyak. Saya tidak mau se-kuper waktu SMP. Sewaktu saya kelas X, saya masuk dikelas X.1 yang saya beri nama Desmitviens Latvi. Saya berteman dekat dengan banyak teman dan sempat membuat kenakalan juga. Saya dan hampir seluruh teman sekelas minggat dari kelas Bahasa. Ini benar-benar jangan ditiru. Untung saja gurunya tidak mudah marah. Guru bahasa kami bernama Pak Eko. Saya sebenarnya sedikit kesal dengan bapak ini, karena hampir selalu saya yang ditunjuk jika disuruh membaca atau menjawab pertanyaan.
~ Kelas kami juga pernah membuat masalah, yaitu membuat guru keluar dari sekolah. Kalau tidak salah guru kesenian. Saya lupa karena hal apa, tapi ini adalah hal yang tidak baik ditiru.
~ Drama laptop, ini juga termasuk drama yang panjang. Laptop teman saya, kidut, hilang. Kalau tidak salah, itu pada saat classmeeting. Saya yang sudah pulang kerumah dan sudah duduk manis depan komputer tiba-tiba dapat telepon kalau laptopnya kidut hilang. Beberapa teman saya dituduh mencurinya termasuk sahabat saya, zaza. Pihak sekolah sampai menghipnotis beberapa teman saya. Sampai sekarang, saya tidak tahu siapa pelakunya.
~ Ada hal yang tidak menyenangkan terjadi tiba-tiba, yaitu almh nenek saya yang dulu masih ada tiba-tiba jatuh dan tidak sadar. Kebetulan mama saya sedang di Sekip saat kejadian itu dan langsung membawa nenek saya menuju rumah sakit. Nenek saya di operasi dihari itu juga. Saya yang waktu itu dikabari saat lagi mengikuti pelajaran tambahan langsung gusar dan ingin segera pulang menuju rumah sakit. Diperjalanan kerumah sakit, hujan pun turun dengan derasnya. Otak saya yang tidak bisa berpikir jernih langsung nerobos hujan dan hanya berpikir untuk secepatnya sampai disana. Suasana dirumah sakit sudah sangat kelam. Mama menangis. Saya yang sudah basah kuyup disuruh ganti baju dikamar mandi. Hari-hari dijalani dengan perasaan berat dan sedih menunggu nenek/ibu sadar dari koma. Saya yang sempat menengok ibu di ICU hanya bisa menangis dan berdoa supaya ibu cepat sadar. Mama juga bolak-balik ke rumah sakit untuk bergantian menjaga. Sampai dihari itu, tanggal 2 Maret 2010 ibu meninggalkan kita semua. Saya tidak sanggup menceritakan ini secara detail, jika kalian mau membaca, bisa ke link ini Ibu meninggal , maaf jika saya menggunakan bahasa palembang dan penulisan yang tidak benar.
Kenaikan kelas pun tiba, saya masuk ke kelas IPA. Saya senang sekali bisa masuk kelas IPA. Ketika kami naik kelas, otomatis murid baru muncul. Saya sempat memerhatikan satu adik kelas yang badannya putih seperti orang cina/korea haha. Tapi ini tidak lama sih, karena ya masa suka sama brondong.
~ Kelas ini adalah gabungan dari 3 kelas yang berbeda. Isinya juga sebagian besar perempuan. Karena kami dikelas X sudah dekat dengan anak-anak satu kelas, jadi saat digabungkan langsung membentuk geng-gengan. Sisi kanan adalah geng X.1, sedangkan sisi kiri adalah geng X.2 dan X.3. Wali kelas yang membaca situasi pun akhirnya memberi keputusan untuk pergantian kursi. Tempat duduk kami ditentukan oleh wali kelas. Saya lupa dengan siapa saya duduk, tetapi saya akhirnya pindah tempat duduk dengan uci dan posisinya didepan tempat duduknya zaza dan kiki. Dan dibelakang kursi zaza dan kiki adalah kursi ijal dan windri. Ini benar-benar kombinasi yang pas haha. Akhirnya drama ini pun berakhir, satu kelas mulai bisa berbaur satu sama lain tapi tidak dapat dipungkiri kalau kami tidak mungkin bisa dekat yang dekat sekali.
~ Ada satu cerita yang lumayan berkesan dalam hidup saya. Jadi, awalnya kelas kami sedang asik-asiknya bermain kartu remi. Kami bermainnya diam-diam tanpa dilihat guru dan jika kalah akan diberi hukuman. Permainan ini lumayan lama kami lakukan, tapi pada suatu hari. kami sedang bernasib sial. Saya dan beberapa teman saya kepergok sedang bermain. Dunia serasa berhenti mendadak dan besoknya kami disuruh menghadap wali kelas. Hari esoknya, saya dan beberapa teman dimarahi didepan anak kelas X. Sangat memalukan haha. Tapi ini menjadi kejadian yang tidak pernah saya lupakan karena jika diingat-ingat ini nantinya akan menjadi cerita yang lucu dimasa depan.
~ Saya merayakan ulang tahun ke-17 dengan cerita yang tidak biasa. Awalnya, seminggu sebelumnya, saya dijauhi oleh teman-teman saya karena saya keluar dari admin grup FB kelas. Saya dicacimaki terang-terangan di sosial media oleh teman-teman saya. Sakit hati? Pasti. Tetapi saya masih berpositif thinking kalau ini hanya dikerjain karena mendekati ulang tahun saya. Saya yang awalnya berniat merayakan ulang tahun di rumah dengan mengundang keluarga, tetangga dan teman-teman sekolah menjadi berubah, saya tidak berani mengundang teman-teman saya. Setelah seminggu acara ulang tahun berlalu (kebetulan hari ulang tahun saya saat liburan), waktu saya masuk sekolah kembali, saya tetap didiamkan oleh teman-teman saya dikelas. Saya hanya duduk dikursi saya. Saat pulang kerumah, saya meminta ke mama buat pindah sekolah karena saya tidak tahan dijauhi oleh teman-teman saya. Tapi tanpa saya ketahui, mereka (teman-teman saya) beserta adik saya sudah merencanakan sesuatu. Mereka kerumah saya untuk merayakan ulang tahun saya. Rasanya senang sekali haha. Sampai sekarang, kejadian ini masih dijadikan bahan lelucon oleh teman-teman saya loh haha.
Kenaikan kelas pun tiba, saya masih sekelas dengan orang-orang itu saja. Keasikan khas jaman SMA juga saya rasakan diera ini. Sekolah saya mewajibkan anak-anaknya ikut mata pelajaran tambahan setiap harinya. Selama sekolah, saya sering sekali pulang sore karena saya biasa main dulu atau sekedar makan/nongkrong bareng dengan teman. Kegilaan dikelas pun semakin menjadi, saya rasanya selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah hanya untuk bermain dikelas dengan teman-teman. Saya juga mulai mengenal kpop dan terjerumus kedalamnya. Saya sempat tergila-gila dengan Super Junior, lalu EXO debut ditahun 2012 dan langsung menyukainya.
~ ALKENA (Album Kenangan) yang pada awalnya ingin berkonsep retro malah berujung tidak jelas. Padahal kelas kami sudah memesan satu kamar di Hotel Novotel untuk melakukan pemotretan. Ketika albumnya jadi, saya benar-benar kecewa dan malu melihat hasilnya.
~ Undangan adalah salah satu jalur untuk masuk ke Universitas negeri di Indonesia. Jaman saya, hanya 50% dari total anak sekolah yang bisa ikut jalur ini. Itupun pemilihan universitas dan fakultasnya harus pintar berstrategi agar bisa keterima. Saya dan Windri memberanikan diri untuk ikut jalur undangan ke Universitas Gadjah Mada karena saya juga ingin ikut jalur kemitraan oleh perusahan papa saya yang mewajibkan yang ikut hanya jalur undangan saja. Sedangkan teman-teman saya kebanyakan mengambil Universitas Sriwidjaya. Lumayan berani tindakan yang saya lakukan ini, karena saya juga hanya diperingkat 5 besar sesekolah dan jurusan yang saya ambil pun cukup berat yaitu Kedokteran Gigi dan Teknik Sipil, untuk pilihan ketiga dan keempatnya, saya memilih di UNSRI dengan fakultas yang sama.
~ Saya ikut ujian tulis kemitraan yang diselenggarakan di kantor papa saya. Pesertanya banyak sekali dan saya banyak menjumpai teman-teman lama saya saat SD dan SMP. Mereka pintar-pintar sekali saat jaman sekolah dulu dan saya langsung minder seketika. Saya ikut tes dari pagi hingga siang. Soalnya sulit jadi saya hanya bisa pasrah untuk hasilnya nanti, tapi saya sedikit percaya diri dengan kerjaan TPA saya. Semoga saja itu bisa membantu.
~ Saya ingin merasakan rasanya jika pergi jalan-jalan sebelum ujian sekolah berlangsung. Saya dan sahabat saya pergi ke PIM untuk menonton film dan sewaktu hendak pulang terjadi hujan. Angkutan kota juga sulit ditemui, karena selalu penuh penumpang. Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa pulang dengan selamat.
~ Saya dan sahabat saya pernah bertengkar sewaktu selesai ujian sekolah dikarenakan tentang ujian haha. Saya tidak berani menceritakan ini lebih lanjut. So, Im sorry.
~ Kelulusan pun tiba, saya deg-degan takut tidak lulus atau lulus dengan hasil yang buruk. Kelulusan diumumkan siang hari. Saat menunggu acara kelulusan, saya berkumpul dengan teman-teman saya. Saya yang mengira pengumuman undangan masih beberapa hari lagi, di hari itu saya diberi tahu bahwa pengumuman dimajukan dihari itu juga pukul 5/6 sore. Saya langsung double panic. Pengumuman sudah dilaksanakan, alhamdulillah saya lulus dengan hasil yang tidak buruk buruk amat. Orang tua saya suruh pulang duluan karena saya masih ingin bermain dengan teman-teman sekaligus mau coret-coretan baju. Anak nakal! Haha. Saya sampai ke rumah sewaktu menjelang pengumuman undangan. Selama merayakan kelulusan, saya lupa dengan pengumuman undangan. Saat sesampainya dirumah, saya langsung ingat dan takut untuk mengecek portal. Karena saya tidak berani membuka portal, orang tua dan adik-adik saya gemas. Adik saya, caca, mewakili untuk membuka portal tersebut. Alhamdulillah saya diterima di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Saya yang masih menggunakan seragam yang sudah dicoret-coret hanya bisa menangis terharu. Orang tua saya dan adik-adik menyelamati saya. Mama juga memberitahu Alm kakek (Ayah) saya yang dulu masih ada kalau saya lulus. Ayah menangis terharu ditelepon dan berpesan untuk kuliah yang benar.
Untuk cerita selanjutnya waktu semasa kuliah, bisa kalian cek di postingan saya yang berjudul "Dunia Kuliah" karena saya sudah pernah menceritakannya terlebih dahulu.
Demikian dulu cerita panjang saya, terima kasih jika ada yang membaca cerita tidak jelas saya ini.
- NKA -