Sabtu, 22 Juli 2017

JAMAN SEKOLAH

Hallo blogger, I come back to tell you something.. ehm.. little story(?) about my life. Stop using english nad, jangan nge sok deh hahaha.

Okay....
Saya mulai ya ceritanya...

Kata orang tua saya, saya lahir di salah satu rumah sakit di kota Palembang yang bernama Rumah Sakit PT Pusri. Saya anak pertama dari keluarga kecil ini. Sekedar info tambahan, kata mama saya, baby nadya sudah pernah merasakan kuliah karena saya dulu selalu ikut diperut mama saat dia kuliah. 

Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengenal dunia sekolah.

Saya dulu pernah menjadi siswa TK Hanawijaya Palembang yang sekarang telah tinggal nama. Saya masih ingat sekali bentukan kelasnya, taman bermainnya yang kecil. TK ini kebetulan tempatnya dekat dengan rumah Almh nenek saya di Kenten, jadi saya masih sering lihat keadaan TK tersebut yang sudah berubah menjadi rumah warga. Nadya kecil seperti kebanyakan anak perempuan lainnya yang kalem dan kadang nakal juga jika sedang ingin bermain. Maklum ya anak anak haha... Bahkan foto satu kelas saya saat TK pun masih ada di album foto yang tersimpan dirumah. Masa studi TK saya pas 2 tahun :)
Setelah saya lulus dari TK, saya masuk ke tingkat Sekolah Dasar. Saat dijenjang ini saya belum mengerti apa-apa, jadi saya hanya bisa menurut apa yang orang tua saya rencanakan. Saya dimasukkan ke SD PUSRI 1 Palembang. Jaman dulu, SD Pusri itu dibagi 2 yaitu SD PUSRI 1 dan SD PUSRI 2. Kedua SD ini benar benar sebelahan loh dan satu lingkungan sekolah, cuma dipisahkan oleh ruang guru dan perpustakaan. Walaupun sebelahan, tapi anak-anaknya jarang saling mengenal dan kadang tidak akur. 
Oh iya, jarak rumah saya dan sekolah lumayan jauh, untung saja ada transportasi bus sekolah untuk mengantar dan menjemput kami. Saat penjemputan di pagi hari, saya harus menunggu ditempat penjemputan. Di lingkungan komplek perumahan saya ternyata banyak sekali yang sekolah di Pusri hahaha jadi ya harus berebutan untuk mendapatkan kursi. Oh... Beautiful Memory. Saat pulangnya, kami harus berjalan ke tempat parkir bus yang bernama Transport. Disana ada beberapa macam bus dengan tujuan yang berbeda, ada yang ke Kenten-Sukamaju (ini bus saya), Borang, Sako, Perumnas. Kadang-kadang kami harus gabung kalau sopirnya tidak ada. Bisa dibayangkan kan sepenuh apa itu bis hahaha. (Huhuhu jadi kangen T.T)
Jaman SD lumayan banyak ceritanya karena masa SD kan yang paling panjang ya (6 tahun) LMAO. Dulu SD kami cuma sampai 3 kelas (A,B,C) dan anak-anaknya sekitar 35-40 orang. Saya dulu masuk kelas 1B, 2A, 3A (Kalau tidak salah), 4C, 5B, 6C. Saya akan bercerita beberapa cerita yang saya ingat waktu dijaman SD ini ya.
Pertama, ini pada saat saya kelas 1 SD, saya sekelas dengan teman sekomplek saya, Windri. Saya dulu sempat menjauhi dia dan tidak suka sama dia haha saya lupa alasannya kenapa. Sorry Windri, tapi sekarang biasa aja. Mungkin itu khasnya anak kecil ya :D Di kelas 1 ini kebetulan ada dua yang namanya Nadya, jadi saat pembagian rapor (saya lupa itu rapor mid semester apa kenaikan semester) peringkat saya dibawah peringkat Nadya yang satunya lagi. Pada saat itu saya tidak terima, saya berpikir kalau ibu guru pasti kebalik memberikan nilainya HAHA. Ya allah, kecil-kecil sudah suudzon saja jadi anak, nad :))))
Kedua, ini pada saat saya kelas 2 SD, ibu guru menyuruh kita mulai menghapal perkalian. Apa kalian juga disuruh begitu, teman? Karena saya tidak terima dengan hasil nilai saya saat kelas 1, saya berniat jadi anak ambisius disini (ceileeh), saya segera menghapal dengan giat dirumah meskipun waktu itu rumah mati listrik dengan berbekal buku yang bersampul perkalian dibelakangnya. Hari yang ditunggu pun tiba, satu persatu anak disuruh maju untuk menghapal perkalian. Daaan alhamdulillah saya lancar menghapalnya.
Ketiga, Saat kelas 3 SD yang merupakan tahap terjungkirnya seorang nadya. Saya mendapat peringkat 17 dirapor. Sedih? Iya... Banget malah. Salah satu penyebabnya adalah mata saya minus, jadi saya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ditulis dipapan tulis. Saya mesti melirik keteman sebangku saya untuk mencatat tulisan apa yang dipapan tulis. Bayangkan betapa sulitnya saya mengerjakan ujian yang apabila ditulis dipapan tulis, saya mesti curi curi pandang ke teman sebelah untuk lihat soalnya, terkadang saya minta tolong keteman sebangku untuk mencatat soal terlebih dulu baru menjawab soalnya. Saya sangat berterima kasih ke teman sebangku saya selama saya berada di bangku sekolah dasar. Tanpa mereka mungkin saya bakal melewati masa-masa SD yang lebih kelam lagi. Sebenarnya mata minus sudah saya rasakan sejak kelas 1 SD tapi saya tetap bungkam karena takut dimarahi orang tua saya. Saya lumayan lama merasakan kekurangan saya ini, karena saya baru diberi kacamata saat saya kelas 5 SD. Itu pun karena Alm kakek saya yang memerhatikan saya saat melihat sesuatu mesti menyipitkan mata. Akhirnya mata saya pun diperiksa dan ternyata minus saya sudah sampai minus 3 :) Papa saya langsung marah-marah dimobil T.T
Keempat, saya pernah berlibur ke dua tempat dalam 1 tahun yang kebetulan waktu itu saya masih duduk di kelas 5 SD. Kedua tempatnya yaitu ke Padang dan ke negara Singapura. Cerita ke Padang lumayan banyak, tapi yang saya ingat persis itu saat kejadian mobil angkutan kota suatu daerah memberhentikan mobil kan karena "katanya" melempari(?) batu ke kaca mobil depannya. WHAT? Kita (orang-orang) satu mobil tidak merasa ada yang melempar batu. Tapi kami tetap dituduh hingga akhirnya digiring ke kantor polisi terdekat untuk melakukan penyelesaiannya. Gimana tidak bete ya, belum juga sampai Padang sudah kena masalah saja. Daripada berlarut-larut, akhirnya kami mengalah. Kami memberi sejumlah uang untuk mengganti kaca mobil itu dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan hati yang masih kesal. Saat memasuki wilayah kota Padang, kami berusaha mencari hotel dan apesnya semua hotel full :) Akhirnya kami berhenti dulu disuatu tempat (seperti aula) dipinggiran sungai untuk makan malam sejenak dan berpikir sebaiknya menginap dimana. Keputusan pun sudah ada, yaitu lanjut perjalanan ke Maninjau tempat rumah nenek. Kota Padang ke Maninjau butuh waktu 4 jam. Saya tertidur dijalan dan kemudian saat terbangun, saya sudah di Maninjau. Paginya, saya keluar langsung disuguhi pemandangan Danau Maninjau yang indaaaaaaah sekali. Di Padang ini, saya banyak mengunjungi tempat wisata dan saya tidak bisa menceritakan semuanya disini hehe. Ada satu lagi cerita yang lumayan seram saat saya ke Padang, saya lupa kejadiannya waktu pergi ke Padang atau balik ke Palembang. Kejadiannya terjadi malam hari, jalan sepi hanya mobil kami yang melintas disana. Kebetulan Om saya melihat ada orang dipinggir jalan tetapi waktu sesudah melintasinya, om saya melihat ke spion mobil ternyata orangnya tidak ada, Satu mobil langsung terdiam. TAMBAHAN! Di perjalanan pulang, saya sering mabok dijalan karena dimobil ada GULA AREN YANG BAUNYA MENYENGAT ! I HATE THIS SMELL!!
Perjalanan ke Singapura pun tidak kalah serunya, apalagi keluarga saya pergi pada tanggal 28 Desember 2004 yaitu 2 hari pasca terjadinya bencana tsunami aceh. Waswas? Jelas! Selama di Singapura, keluarga saya menginap ditempat apartemen saudara. Apartemen pasti ada lift nya ya kan? Saya dan adik-adik saya lumayan jahil naik turun lift karena masih alay belum pernah merasakan naik lift. Selama di Singapura, saya menunjungi Orchid (?) dan juga Sentosa Island, bahkan sempat ke negara tetangga yaitu Johor, Malaysia. Perjalanan ke Johor menggunakan jalur darat (bus) dan saya melintasi jalan yang sedang ditutup akibat terkena dampak tsunami aceh. Untuk cerita detailnya perjalanan ke Singapura mungkin sedikit mustahil karena saya sudah lumayan lupa dan didukung pula dokumentasi perjalanan yang lenyap entah kemana. So sad :(
Satu cerita lagi yang saya alami di kelas 5 SD, kelas saya harus kehilangan wali kelas tercinta dan satu kelas pun menangis melepas kepergian beliau :) Kemudian, wali kelas kami diganti sementara oleh wakil kepala sekolah. Oke. Sip!
Kelima, saya pernah berurusan sama ibu wali kelas waktu kelas 6 SD haha. Ini bermula saat beberapa anak dikelas meninggalkan buku pelajarannya di laci meja setelah kelas tambahan dan ternyata ada yang mengadu. Apeslah saya dipanggil guru saat saya sudah dijemput papa saya. Apa yang terjadi selanjutnya? YA. Saya dan beberapa anak dimarahi oleh ibu guru. HAHA.
Keenam, anak-anak Kelas 6 SD 1 dipindahkan ke kelas 6 SD 2 tetapi saya lupa karena alasan apa huhu, jadi ceritanya tidak bisa panjang panjang :(

Kita beralih ke masa SMP, masa ini saya mulai ingin memilih sekolah mana yang saya ingin masuki. Dulu, teman dekat saya saat SD, Lidya, ingin sekali masuk ke SMP 8, Palembang dan teman yang saya sukai (ahaha) juga sudah bersekolah di SMP tersebut. Saya sempat mengutarakan keinginan saya ke orang tua saya, tetapi orang tua saya menolak karena alasan transportasinya. Siapa yang akan mengantarkan saya ke sekolah? Dengan berat hati, akhirnya saya dijebloskan ke SMP PUSRI. Ternyata dan ternyata, teman saya itu tidak jadi sekolah di SMP 8 malah daftar ke SMP Pusri haha ditambah teman sekomplek saya (Windri dan Ita) juga sekolah di SMP itu. How happy I am. Tetapi, kesenangan saya hanya sebentar, 3 teman saya masuk ke kelas 7.2 sedangkan saya dikelas 7.3, mereka juga mendapat teman baru disana, namanya nurul suka dipanggil nunung, mereka buat squad pula, kemana-mana sering berempat :) Saya kaya benalu yang suka nempel kemereka haha. Mereka kalau tidak saya datangi kelasnya, jarang ingat sama saya. Sedih? Pasti. Tapi saya berusaha tahan saja.. Ada satu cerita menarik nih, saya tahu teman saya yang nunung ini suka sama teman sekelas saya namanya Benny. Nunung suka sama dia sejak SD (kebetulan mereka sama-sama dari SD PUSRI 2). Nadya yang baik hati berniat jadi mak comblang diantara keduanya karena akses saya lebih mudah buat berinteraksi sama si Ben (kita sebut panggilan ini aja ya). Tapi ujungnya, bukannya jadi mak comblang, saya malah yang ke pincut sama orang itu -_- HAHAHA. Enggak enak hati? Pasti! Tapi nurul yang hatinya terlalu baik itu, cuma bilang "gapapa nad". Saya sempat duduk sebangku dengan yang namanya Hil*a, dia tahu juga kalau saya suka sama di Ben ini bahkan Hil*a ini pacaran sama teman sekelas saya juga yang juga teman dekatnya si Ben. Sekedar info, saya menghabiskan masa SMP dengan menaruh hati sama cowo itu. Tau tidak ujung ceritanya gimana? Waktu SMA, Ben dan Hil*a pacaran guys. Saat tau berita itu, saya nangis berasa dikhianati. Mungkin ini karma buat saya.
Masa SMP lumayan seru tetapi sayangnya, saya menjadi anak yang tidak membuat masalah. Kesannya hampa sekali, lulus SMP tidak ada cerita tentang kenakalan. Soalnya saya hanya fokus dengan perasaan saya dengan si Ben ini HAHAHA.
Kemudian saya masuk kelas 8.7, saya dan keempat teman saya berpencar (seingat saya, kami tidak ada yang sekelas) serta si Ben ini juga beda kelas dengan saya maupun teman-teman saya. Ah, ada suatu cerita, gosip-gosipnya kelas 8.6 itu kelas yang berhantu!
Penentuan untuk member kelas 9 adalah berasal dari nilai. Teman saya, Windri dan Ita masuk ke kelas 9.7 yang isinya otak-otak encer semua. Saya dan nunung masuk ke kelas 9.6 yang isinya otak-otak encer KW 2 (HAHA) dan Lidya di kelas 9.5. Tau tidak si Ben dikelas apa? Dia sekelas sama saya HAHAHA. Seneng? Banget! Di masa-masa kelas 9, saya sudah jarang bermain dengan mereka-mereka ini. Saya sering main dengan Selly yang juga teman sekomplek sama saya.
Saat-saat SMP adalah saat dimana Nadya sangat semangat ke sekolah. Karena si Ben ini :)
Di akhir semester, kami mulai entry pendaftaran SMA FAVORIT di Palembang. SMA Favorite jaman dulu adalah SMA 17, SMA 5 dan SMA 6. Asal kalian tahu, saya masukin berkas ke 3 SMA itu sekaligus :D
By the way, selama saya suka dengan si Ben, saya lupa dengan teman yang saya suka pertama kali (cerita diatas ^^ ) Teman yang saya suka lebih tua satu tahun diatas saya. Dia tetangga sebelah rumah saya yang berinisal C.
Untuk cerita lebih lanjut, silahkan baca disini ya :) https://nadyakifta.blogspot.co.id/2014/06/c.html
Maaf ya, masa sekolah saya memang rada alay. Hanya mengurus tentang cinta-cintaan. Semasa SMP pernah terjadi tangki pabrik bocor dan mengharuskan seluruh anak-anak sekolah harus pulang kerumah masing masing. Padahal kami sudah berada diperjalanan menuju sekolah. Lumayan ya bisa libur sehari.
Kemudian, karena saya tidak diterima di SMA 17, saya terpaksa ikut tes lintas rayon di SMA 18. Saya pun tidak diterima di SMA ini dan dengan terpaksa harus daftar di SMA Swasta. Waktu itu saya disuruh memilih antara SMA Pusri, SMA Bina Warga, dan SMA Tunas Bangsa. Berakhirlah saya memilih masuk ke SMA Bina Warga. Setelah selesai mengurusi berkas, saya pulang. Tapi ada sesuatu yang membuat saya bingung. Kenapa di gedung sisi sebelah tempat saya mendaftar lebih banyak siswanya dibanding tempat saya mendaftar dan ternyata SMA Bina Warga terbagi 2. Saya sudah terlanjur mendaftar di SMA BW 1 dan waktu itu saya menyesal. Saya masuk ke SMA ini tidak sendiri, teman saya Windri juga masuk ke SMA ini dan kami pun satu kelas. Karena saya belum mempunyai banyak teman, saya memilih Windri untuk menjadi teman sebangku saya.
~ Masa orientasi siswa pun dilaksanakan, MOS dilaksanakan oleh kebanyakan kakak-kakak OSIS. Segala perlengkapan perang yang menurut saya tidak ada gunanya itu mesti dipakai setiap hari. MOS sangat tidak menarik. Selama MOS berlangsung, saya diantar oleh papa saya karena saya malu jika harus berjalan dengan perlengkapan aneh itu haha.
~ Setelah masa MOS selesai, saya dibelikan motor oleh orang tua saya karena jarak rumah dan sekolah yang lumayan jauh, lagipula akan repot jika saya bolak-balik naik angkutan kota. Tapi saya memberanikan diri untuk menyetir motor jarak jauh untuk pertama kali bukan menuju sekolah melainkan ke tempat les bahasa inggris LIA yang notabene lebih jauh dari sekolah.
~ Saya sempat berkeinginan mendaftar jadi anak OSIS dan sudah ikut pelatihannya juga (sebenarnya lebih ke arah intimidasi daripada pelatihan-_-) Karena saya mental tempe, saya menyerah dan meminta orang tua saya yang bilang ke guru untuk membatalkan keikut sertaan saya. 
~ Pernah suatu hari dipagi hari, saya sudah siap-siap dari rumah dan hendak pergi ke sekolah. Saya lupa karena hal apa, saya kesal dengan orang tua saya. Kemudian saya menyalakan motor sambil jengkel selama diperjalanan. Tapi saat diperjalanan, suatu hal terjadi yaitu motor saya dikejar anjing. Padahal saya sama sekali tidak mengganggu anjing itu. Mungkin ini balasan saya karena sudah kesal sama orang tua haha.
~ Saat SMA, saya mulai mencari jati diri dan mencari teman yang banyak. Saya tidak mau se-kuper waktu SMP. Sewaktu saya kelas X, saya masuk dikelas X.1 yang saya beri nama Desmitviens Latvi. Saya berteman dekat dengan banyak teman dan sempat membuat kenakalan juga. Saya dan hampir seluruh teman sekelas minggat dari kelas Bahasa. Ini benar-benar jangan ditiru. Untung saja gurunya tidak mudah marah. Guru bahasa kami bernama Pak Eko. Saya sebenarnya sedikit kesal dengan bapak ini, karena hampir selalu saya yang ditunjuk jika disuruh membaca atau menjawab pertanyaan.
~ Kelas kami juga pernah membuat masalah, yaitu membuat guru keluar dari sekolah. Kalau tidak salah guru kesenian. Saya lupa karena hal apa, tapi ini adalah hal yang tidak baik ditiru.
~ Drama laptop, ini juga termasuk drama yang panjang. Laptop teman saya, kidut, hilang. Kalau tidak salah, itu pada saat classmeeting. Saya yang sudah pulang kerumah dan sudah duduk manis depan komputer tiba-tiba dapat telepon kalau laptopnya kidut hilang. Beberapa teman saya dituduh mencurinya termasuk sahabat saya, zaza. Pihak sekolah sampai menghipnotis beberapa teman saya. Sampai sekarang, saya tidak tahu siapa pelakunya.
~ Ada hal yang tidak menyenangkan terjadi tiba-tiba, yaitu almh nenek saya yang dulu masih ada tiba-tiba jatuh dan tidak sadar. Kebetulan mama saya sedang di Sekip saat kejadian itu dan langsung membawa nenek saya menuju rumah sakit. Nenek saya di operasi dihari itu juga. Saya yang waktu itu dikabari saat lagi mengikuti pelajaran tambahan langsung gusar dan ingin segera pulang menuju rumah sakit. Diperjalanan kerumah sakit, hujan pun turun dengan derasnya. Otak saya yang tidak bisa berpikir jernih langsung nerobos hujan dan hanya berpikir untuk secepatnya sampai disana. Suasana dirumah sakit sudah sangat kelam. Mama menangis. Saya yang sudah basah kuyup disuruh ganti baju dikamar mandi. Hari-hari dijalani dengan perasaan berat dan sedih menunggu nenek/ibu sadar dari koma. Saya yang sempat menengok ibu di ICU hanya bisa menangis dan berdoa supaya ibu cepat sadar. Mama juga bolak-balik ke rumah sakit untuk bergantian menjaga. Sampai dihari itu, tanggal 2 Maret 2010 ibu meninggalkan kita semua. Saya tidak sanggup menceritakan ini secara detail, jika kalian mau membaca, bisa ke link ini Ibu meninggal , maaf jika saya menggunakan bahasa palembang dan penulisan yang tidak benar.

Kenaikan kelas pun tiba, saya masuk ke kelas IPA. Saya senang sekali bisa masuk kelas IPA. Ketika kami naik kelas, otomatis murid baru muncul. Saya sempat memerhatikan satu adik kelas yang badannya putih seperti orang cina/korea haha. Tapi ini tidak lama sih, karena ya masa suka sama brondong.
~ Kelas ini adalah gabungan dari 3 kelas yang berbeda. Isinya juga sebagian besar perempuan. Karena kami dikelas X sudah dekat dengan anak-anak satu kelas, jadi saat digabungkan langsung membentuk geng-gengan. Sisi kanan adalah geng X.1, sedangkan sisi kiri adalah geng X.2 dan X.3. Wali kelas yang membaca situasi pun akhirnya memberi keputusan untuk pergantian kursi. Tempat duduk kami ditentukan oleh wali kelas. Saya lupa dengan siapa saya duduk, tetapi saya akhirnya pindah tempat duduk dengan uci dan posisinya didepan tempat duduknya zaza dan kiki. Dan dibelakang kursi zaza dan kiki adalah kursi ijal dan windri. Ini benar-benar kombinasi yang pas haha. Akhirnya drama ini pun berakhir, satu kelas mulai bisa berbaur satu sama lain tapi tidak dapat dipungkiri kalau kami tidak mungkin bisa dekat yang dekat sekali.
~ Ada satu cerita yang lumayan berkesan dalam hidup saya. Jadi, awalnya kelas kami sedang asik-asiknya bermain kartu remi. Kami bermainnya diam-diam tanpa dilihat guru dan jika kalah akan diberi hukuman. Permainan ini lumayan lama kami lakukan, tapi pada suatu hari. kami sedang bernasib sial. Saya dan beberapa teman saya kepergok sedang bermain. Dunia serasa berhenti mendadak dan besoknya kami disuruh menghadap wali kelas. Hari esoknya, saya dan beberapa teman dimarahi didepan anak kelas X. Sangat memalukan haha. Tapi ini menjadi kejadian yang tidak pernah saya lupakan karena jika diingat-ingat ini nantinya akan menjadi cerita yang lucu dimasa depan.
~ Saya merayakan ulang tahun ke-17 dengan cerita yang tidak biasa. Awalnya, seminggu sebelumnya, saya dijauhi oleh teman-teman saya karena saya keluar dari admin grup FB kelas. Saya dicacimaki terang-terangan di sosial media oleh teman-teman saya. Sakit hati? Pasti. Tetapi saya masih berpositif thinking kalau ini hanya dikerjain karena mendekati ulang tahun saya. Saya yang awalnya berniat merayakan ulang tahun di rumah dengan mengundang keluarga, tetangga dan teman-teman sekolah menjadi berubah, saya tidak berani mengundang teman-teman saya. Setelah seminggu acara ulang tahun berlalu (kebetulan hari ulang tahun saya saat liburan), waktu saya masuk sekolah kembali, saya tetap didiamkan oleh teman-teman saya dikelas. Saya hanya duduk dikursi saya. Saat pulang kerumah, saya meminta ke mama buat pindah sekolah karena saya tidak tahan dijauhi oleh teman-teman saya. Tapi tanpa saya ketahui, mereka (teman-teman saya) beserta adik saya sudah merencanakan sesuatu. Mereka kerumah saya untuk merayakan ulang tahun saya. Rasanya senang sekali haha. Sampai sekarang, kejadian ini masih dijadikan bahan lelucon oleh teman-teman saya loh haha.

Kenaikan kelas pun tiba, saya masih sekelas dengan orang-orang itu saja. Keasikan khas jaman SMA juga saya rasakan diera ini. Sekolah saya mewajibkan anak-anaknya ikut mata pelajaran tambahan setiap harinya. Selama sekolah, saya sering sekali pulang sore karena saya biasa main dulu atau sekedar makan/nongkrong bareng dengan teman. Kegilaan dikelas pun semakin menjadi, saya rasanya selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah hanya untuk bermain dikelas dengan teman-teman. Saya juga mulai mengenal kpop dan terjerumus kedalamnya. Saya sempat tergila-gila dengan Super Junior, lalu EXO debut ditahun 2012 dan langsung menyukainya.
~ ALKENA (Album Kenangan) yang pada awalnya ingin berkonsep retro malah berujung tidak jelas. Padahal kelas kami sudah memesan satu kamar di Hotel Novotel untuk melakukan pemotretan. Ketika albumnya jadi, saya benar-benar kecewa dan malu melihat hasilnya.
~ Undangan adalah salah satu jalur untuk masuk ke Universitas negeri di Indonesia. Jaman saya, hanya 50% dari total anak sekolah yang bisa ikut jalur ini. Itupun pemilihan universitas dan fakultasnya harus pintar berstrategi agar bisa keterima. Saya dan Windri memberanikan diri untuk ikut jalur undangan ke Universitas Gadjah Mada karena saya juga ingin ikut jalur kemitraan oleh perusahan papa saya yang mewajibkan yang ikut hanya jalur undangan saja. Sedangkan teman-teman saya kebanyakan mengambil Universitas Sriwidjaya. Lumayan berani tindakan yang saya lakukan ini, karena saya juga hanya diperingkat 5 besar sesekolah dan jurusan yang saya ambil pun cukup berat yaitu Kedokteran Gigi dan Teknik Sipil, untuk pilihan ketiga dan keempatnya, saya memilih di UNSRI dengan fakultas yang sama.
~ Saya ikut ujian tulis kemitraan yang diselenggarakan di kantor papa saya. Pesertanya banyak sekali dan saya banyak menjumpai teman-teman lama saya saat SD dan SMP. Mereka pintar-pintar sekali saat jaman sekolah dulu dan saya langsung minder seketika. Saya ikut tes dari pagi hingga siang. Soalnya sulit jadi saya hanya bisa pasrah untuk hasilnya nanti, tapi saya sedikit percaya diri dengan kerjaan TPA saya. Semoga saja itu bisa membantu.
~ Saya ingin merasakan rasanya jika pergi jalan-jalan sebelum ujian sekolah berlangsung. Saya dan sahabat saya pergi ke PIM untuk menonton film dan sewaktu hendak pulang terjadi hujan. Angkutan kota juga sulit ditemui, karena selalu penuh penumpang. Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa pulang dengan selamat.
~ Saya dan sahabat saya pernah bertengkar sewaktu selesai ujian sekolah dikarenakan tentang ujian haha. Saya tidak berani menceritakan ini lebih lanjut. So, Im sorry.
~ Kelulusan pun tiba, saya deg-degan takut tidak lulus atau lulus dengan hasil yang buruk. Kelulusan diumumkan siang hari. Saat menunggu acara kelulusan, saya berkumpul dengan teman-teman saya. Saya yang mengira pengumuman undangan masih beberapa hari lagi, di hari itu saya diberi tahu bahwa pengumuman dimajukan dihari itu juga pukul 5/6 sore. Saya langsung double panic. Pengumuman sudah dilaksanakan, alhamdulillah saya lulus dengan hasil yang tidak buruk buruk amat. Orang tua saya suruh pulang duluan karena saya masih ingin bermain dengan teman-teman sekaligus mau coret-coretan baju. Anak nakal! Haha. Saya sampai ke rumah sewaktu menjelang pengumuman undangan. Selama merayakan kelulusan, saya lupa dengan pengumuman undangan. Saat sesampainya dirumah, saya langsung ingat dan takut untuk mengecek portal. Karena saya tidak berani membuka portal, orang tua dan adik-adik saya gemas. Adik saya, caca, mewakili untuk membuka portal tersebut. Alhamdulillah saya diterima di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Saya yang masih menggunakan seragam yang sudah dicoret-coret hanya bisa menangis terharu. Orang tua saya dan adik-adik menyelamati saya. Mama juga memberitahu Alm kakek (Ayah) saya yang dulu masih ada kalau saya lulus. Ayah menangis terharu ditelepon dan berpesan untuk kuliah yang benar.

Untuk cerita selanjutnya waktu semasa kuliah, bisa kalian cek di postingan saya yang berjudul "Dunia Kuliah" karena saya sudah pernah menceritakannya terlebih dahulu.
Demikian dulu cerita panjang saya, terima kasih jika ada yang membaca cerita tidak jelas saya ini.


- NKA -

Kamis, 25 Mei 2017

Perjalanan Umroh

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh ditanah suci Madinah dan Makkah disela-sela jadwal koas yang padat. Saya kali ini tidak akan menceritakan terlalu detail apa yang saya lakukan disana, karena ya emang kegiatannya kebanyakan cuma ibadah-mandi-makan-tidur hahaha.
Kita mulai dari tanggal 11 Mei 2017 ya... di hari itu saya pulang ke Palembang untuk packing karena barang-barang saya masih belum siap sedangkan pengumpulan koper itu maksimal sorenya tanggal 11 Mei itu. Jadi sesampainya dirumah sekitar jam 12/1 siang itu saya langsung buru-buru packing, dari mindahin barang di koper biasa ke koper yang mau dibawa umroh. Pokoknya terlalu hectic haha, saya baru bisa istirahat di sore harinya setelah mengantar koper ke agen. Karena saya kan selama ini tinggal di Jogja dan saya dan juga adik tidak bisa ikut manasik jadi malam itu langsung berguru ke mama tentang apa aja yang harus dilakuin disana.
Besok paginya sekitar jam 8 kami berangkat ke bandara SMB II, tetapi setelah dibandara ternyata kami masih harus menunggu karena pesawatnya delay. Saya lupa sampai jam berapa di Jakartanya, yang saya ingat cuma kita disuruh menunggu di tempat tunggu umroh untuk membagikan makanan, buku, dan sholat. Tak lama itu kami disuruh kebandara lagi, disana kami dibagikan tiket dan passport setelah itu kami bergegas untuk menunggu diruang tunggu. Sekitar pukul 20.00, kami mulai boarding ke pesawat Saudi Arabia Airlines. Perjalanan kami menempuh waktu 9 jam. Pesawat ini amazing sekali haha... saya baru pertama kali naik pesawat kaya gini, karena dipesawat ini kursinya banyak sekali dan fasilitasnya wow... makanannya banyak dan enak lalu ada monitor didepan kursi kita jadi bisa nonton film/dengar lagu ataupun main game, kita juga dibagikan selimut dan bantal serta seperangkat perlengkapan untuk tidur. Andai seluruh maskapai penerbangan di Indo kaya gini ya haha, tapi fasilitas kaya ini emang biasa untuk perjalanan jauh. Selama diperjalanan, banyak sekali turbulancenya apalagi sewaktu kami lagi menyantap makanan sampai sampai teh saya tumpah-tumpah karena goncangan T_T
13/05/17 Kami sampai di Jeddah (King Abdul Aziz Airport) sekitar pukul 2 pagi waktu Saudi Arabia. Setelah itu, kami tidak langsung istirahat, kami harus melanjutkan pejalanan ke kota Madinah sekitar 4 jam menggunakan bis. Saya melihat kota Saudi Arabia pertama kali begitu takjub karena cuma dikelilingi bebatuan dan pasir. Tapi kami sempat sholat subuh disini (Saya kurang tahu nama tempatnya tapi saya simpan fotonya buat kenang-kenangan)








Kemudian kami melanjutkan perjalanan, sesampainya dikota Madinah sekitar pukul 9/10 pagi. Saya pribadi sangat takjub sama kota ini, karena sangat berbeda dari Indonesia. Setelah sampai di hotel, kami langsung istirahat dan mandi.. bayangkan kami belum mandi seharian loh hahhaa...
Jam 12 siang, kami keluar kamar lalu menyantap makan siang, setelah itu langsung ke Mesjid Nabawi yang tidak jauh dari hotel. And then I'm speechless. This mosque is really beautiful in real eyes......... that umbrellas too.......
I'm here.

Saya langsung bergegas cari tempat buat sholat soalnya adzan sudah berkumandang dan mesjid pun sudah ramai. Disini tempat berkumpulnya orang-orang muslim dari seluruh dunia, saya bisa melihat secara langsung orang Pakistan/Iran/India, dll yang selama ini cuma bisa saya lihat di TV. Siang itu saya hanya dimesjid sampai waktu ashar tiba, saya isi waktu untuk sholat sunnah, berdoa, mengaji minum air zamzam dan akhirnya juga berakhir dengan bolak balik ke wc haha serta disempatkan juga mengabadikan foto biar ada kenangannya disana. Cuaca saat itu benar benar panas terik, beda sama cuaca panasnya Indonesia jadi lumayan kaget deh mata saya karena terlalu silau.

Setelah ini saya kebanyakan menggunakan kata "kami" ya karena saya pergi rombongan dengan jemaah yang lain.
Malamnya, kami mengunjungi raudho di mesjid Nabawi sekitar jam 10 malam. Karena saya masih jetlag dengan perbedaan waktu, jadi saya sangat mengantuk saat itu karena di Indonesia kan sudah sekitar jam 2 pagi dan juga kebelet BAK haha. Tapi alhamdulillah, walaupun sangat padat untuk sholat dan berdoa disana, saya dan adik saya bisa diberikan kesempatan untuk sholat dan berdoa disana. Pulang dari sana itu sudah lewat jam 12 malam, sedangkan besok paginya kami mesti kumpul jam 7 pagi untuk citytour sekitar kota Madinah jadi kami harus segera tidur.
14/05/17 Esok paginya, kami melewati mesjid Qiblatin yang dulunya mempunyai 2 qiblat, lalu kami menuju ke taman kurma untuk membeli oleh-oleh dan juga menuju Jabal Uhud. Karena waktu siang disana sangat panjang, jadi saya tidak terasa kalau sepanjang perjalanan tadi kami cuma menempuh 4 jam haha... Setelah itu kami melakukan rutinitas seperti semula yaitu makan-ibadah-mandi dan secepatnya tidur karena besoknya kami mesti menuju ke kota Mekkah.
15/05/17 Pagi itu, kami sudah mengenakan pakaian ihrom untuk persiapan umroh. Kami mengambil niat umroh di Mesjid Bir Ali, sebelumnya kami sudah terlebih dahulu sholat sunnah ihrom disana. Dengan pakaian serba tertutup, kami berjalan ke Mekkah sekitar 6 jam perjalanan.
"Ternyata dikota Mekkah lebih ramai dan lebih banyak tanaman hijaunya ya" kata kata ini dalam hati yang sempat saya katakan sesampainya dikota Mekkah.
Hotel kami lumayan dekat dengan Masjidil Haram karena bisa terlihat langsung dari kaca kamar hotel tapi tetap harus jalan cukup jauh kesana. Kami sampai dikota Mekkah saat maghrib, jadi kami diintruksikan untuk tetap sholat maghrib dan isya' dihotel sebelum nanti tawaf bersama.
Kami kumpul di lobby hotel pukul 10 malam untuk melaksanakan tawaf umroh. Kami berjalan menuju Masjidil Haram. Ya Allah...... Saya reflek lemas, speechless, ingin nangis bisa melihat Ka'bah secara langsung dengan mata saya. Yang selama ini cuma bisa saya lihat di sejadah ataupun diTV rumah. Saya langsung mengambil niat lalu melakukan tawaf (memutar ka'bah 7 kali) dan segera Sa'i (safa-marwah 7 kali). Lumayan bikin sakit kaki loh melakukan kegiatan ini, tapi saya tetap harus berpikir positif harus bisa menyelesaikan tahap ini.
16/05/17 Esoknya kami tidak mempunyai jadwal berpergian, jadi bisa istirahat ataupun sholat di masjidil haram sebanyak-banyaknya. Tapi kadang juga saya dan adik suka sholat dihotel karena kaki masih sakit.
17/05/17 Saya dan adik saya berniat untuk tawaf sunnah dan sholat di hijir ismail pukul 2 pagi. Awalnya saya dan adik saya melakukan tawaf dahulu dan ini kami cuma berdua karena tante memisah karena ingin melihat hajar aswat dulu. Kami berjuang berdua diantara kerumunan orang-orang berbadan tinggi dan besar. Setelah itu kami berdua berusaha memasuki hijir ismail untuk melakukan sholat sunnah dan berdoa disana. Sempat terjadi dorongan oleh orang-orang saat masuk ketempat itu tapi alhamdulillah bisa sholat disana dan berdoa. Tanpa sengaja ternyata kami berada dibawah pancuran ka'bah yang katanya mustajab itu. Cuma bisa bilang alhamdulillah. Setelah itu saya menunggu sholat subuh. Paginya, kami melakukan umroh kedua dengan mengambil niat di Mesjid Tan'im. Tapi sebelumnya kami mengunjungi Jabal rahmah dan Jabal Tsur. Ya lumayan di jabal rahmah bisa berdoa meminta segera dipertemukan jodoh haha. Kami juga ketempat ibadah haji yaitu Padang Arafah, Musdalifah dan Mina. Disana sepi sekali... ya jelas. Kan ramainya cuma saat musim haji saja haha. Saya melihat langsung tenda-tenda kecil di Mina tempat menginap jamaah haji dan juga terowongan mina yang dulu sempat banyak memakan korban. Setelah jalan-jalan kami melakukan tawaf untuk umroh yang kedua, kali ini tawafnya lumayan berat karena dilakukan saat tengah hari yang terik sekali, ada salah satu orang dalam grup saya yang melihat suhu saat itu, suhunya adalah 47 derajat celcius. Haha.... bayangkan saja. Setelah itu saya dan rombongan melakukan sholat zuhur terlebih dahulu lalu melanjutkan Sa'i.
Lumayan capek........... tapi saya senang-senang saja melakukannya.
18/05/17 Esoknya adalah jadwal city tour kota Mekkah. Kami mengunjungi peternakan unta dan saya dapat melihat unta secara langsung haha. Ternyata mereka itu lucu ya....

(Halo guys..........)

Kami melanjutkan perjalanan ke Museum Mekkah, dimana itu adalah museum tempat sejarahnya kota Mekkah. Saya dan adik banyak foto-foto disini, ya maklum saja ya jiwa muda yang suka hunting.










Ini ada beberapa foto yang ditake disana.

Di hari ini sebenarnya bisa melakukan umroh ketiga, tapi saya dan adik saya tidak melakukannya. Kalau saya sih emang tidak ada niat mau umroh ketiga dan dari sisi lain juga adalah baju saya kotor jika digunakan untuk sholat or tawaf nantinya karena sebelum ambil niat, kami kan terlebih dahulu mengunjungi peternakan unta yang tanahnya sudah dikotorin kotoran unta dan baju saya sempat menyapu jalan. Terpaksa saya tidak bisa melakukan umroh ini. Ketika orang-orang melakukan umroh, saya dan adik saya istirahat dihotel.
Kalau kalian mau tahu, saya dan adik saya ingin sekali hunting foto disekitar hotel tapi sesampainya waktu sore, kami kecapekan dan tidur kebablasan sehingga gagal terus untuk hunting foto hahaha.
Keesokan harinya tanggal 19 Mei 2017, saya sholat subuh terakhir untuk rangkaian umroh ini di Masjidil Haram. Saya, adik dan tante memutuskan sholat dilantai 3 karena belum pernah sholat dilantai 3. Sewaktu adzan Subuh sempat saya rekam suara adzannya biar bisa didengar saat ditanah air. Tapi nasib malang malah menghampiri saya, hp saya dicuri orang saat mau pulang sholat subuh. Memang ramai sih dan saya juga lalai dengan bawaan saya. Saya sedih karena harus kehilangan seluruh file foto saya di hp itu dan juga suara adzan itu...........
Mungkin saya diberikan kesempatan kesana lagi ya dilain waktu biar bisa dengar suara adzan secara langsung disana hehee. aamiin.
Yang ga habis saya pikir itu adalah kok bisa ya ditempat suci, didepan baitullah, masih ada yang mau nyuri barang. Sholatnya gak guna sama sekali...... Saya cuma berdoa, supaya Allah SWT yang membalasnya nanti.
Jam setengah 8, kami melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan. Saat itu cuaca disana lumayan adem. Setelah itu kami pulang dan tidak lupa berdoa supaya diundang lagi kesini dengan keluarga lengkap.
Jam 2 siang kami kumpul di lobby hotel dan bersiap-siap ke Jeddah untuk pulang ke tanah air. Kami sempat mengunjungi pasar diJeddah, dan makan bakso disana haha. Harganya..............mahal........... haha tapi ditempat jualan bakso ini benar-benar memberikan indonesian vibes kaya dipasar 16 Palembang haha.
Kota Jeddah ternyata mirip seperti kota Surabaya. Sudah modern daripada kota Madinah dan Mekkah. Saya lumayan syok juga sih. Di kota ini kami mengunjungi Laut Merah dan Mesjid Terapung. Disekitar mesjid ini seperti tidak ada angin, padahal itu di pinggiran Laut Merah. Saya sholat maghrib dan isya sampai keringetan loh. Disini kami menunggu sampai jam 10 malam karena miskom dengan catering sana, gapapa belajar sabar. Setelah makan kami langsung on the way ke bandara, disana kami cuci muka terlebih dahulu dan sempat masuk berdesakan sama warga negara lain karena menurut saya pengaturan bandara sana agak kurang rapi dibanding bandara diIndonesia.
Kami baru masuk pesawat sekitar pukul 5 pagi waktu sana. Diperjalanan saya bisa tidur, nonton film, dengar lagu, dan makan sepuasnya. Karena HP saya hilang, jadi saya benar-benar hampa tidak ada yang bisa dimainkan selama 2 hari perjalanan. Kami sampai dibandara Soekarno Hatta Jakarta sekitar waktu maghrib, jadi kami (jemaah Palembang dan Bengkulu) mesti menginap telebih dahulu dihotel dan akan melanjutkan perjalanan esok paginya. Saya sempat tidak bisa tidur malam itu karena kepikiran requirement koas yang belum saya kerjakan haha. Kira-kira saya tidur jam 1 pagi dan mesti bangun lagi jam 3 pagi.
Saya tiba di Kota Palembang pukul 7 pagi dan sampai rumah pukul 8/9 pagi. Itupun saya dan adik harus segera beres-beres koper untuk disisihkan barang yang mana yang mau dibawa adik saya ke Jogja hari ini dan mana yang akan saya bawa besok. Kondisi saat itu, saya dan adik saya sama sama lagi ngedrop... ya... kami berdua sakit flu, batuk dan radang tenggorokan. Adik saya langsung balik ke Jogja hari itu juga karena besoknya harus pretest panum padahal capek saja belum hilang. Tapi sebelumnya kami berdua sudah dipijet oleh tukang pijet karena badan pegal semua haha.
Malamnya, uci kiki datang memberikan late birthday party ke saya. Senang rasanya............... setelah itu saya tidur dan alhamdulillah tidur saya lelap.
Esok harinya saya membeli hp baru karena bakal gawat kalau diperjalanan tidak pegang hp. Saya belinya juga buru buru karena mengejar waktu flight dan juga saya masih belum selesai packing. Saya baru bisa instal aplikasi saat diperjalanan ke bandara, itupun sambil makan siang haha. So hectic.
Tetapi pesawat yang saya tumpangi juga delay karena dibandara Halim lagi kedatangan tamu VVIP. Akhirnya saya sampai dikos-kosan hampir jam 9 malam.

Selesai deh cerita saya.
Selama diperjalanan ini saya banyak belajar tentang agama dan terutama tentang ikhlas dan sabar. Selama ini cuma bisa membaca dari buku agama saat sekolah, alhamdulillah diberi kesempatan melihat langsung kesana dan beribadah disana. Alhamdulillah juga diberikan kelancaran dan kemudahan setiap aktifitas disana. Semoga semua doa yang saya doakan disana dijabah sama Allah SWT. Aamiin.

*Semua foto disini adalah foto yang diambil menggunakan kamera dan satu foto dari update-an instagram saya*

Terima Kasih

Senin, 27 Maret 2017

Baru Awal

Saya tanggal 20 Februari 2017 kemarin mengikuti pelatihan BLS (Basic Life Support) yang wajib diikuti seluruh calon koas dan ada beberapa civitas akademik juga ikut pelatihan ini. Kebetulan saya memiliki absen awal jadi bisa ikut pelatihan terlebih dahulu (Kloter 1) yang diadakan tanggal 20-21 Februari 2017. Tidak lupa juga diadakan pre-test dan post-test setelah acara ini selesai. Saya mendapatkan banyak ilmu dipelatihan ini, terutama dalam menghadapi situasi gawat darurat. Bahkan saya baru tahu kalau orang yang kecelakaan dijalan itu mesti distabilkan dulu vital signnya baru bisa dibawa menggunakan ambulance ke rumah sakit ~.~ Dan satu lagi, saya juga baru tahu kalau sirine ambulance itu seharusnya hanya dipakai saat menjemput pasien, sedangkan saat mengangkut pasien tidak diperbolehkan menggunakan sirine. Wow. Saya juga diajarkan cara penanganan pendarahan menggunakan balut tekan, dan masih banyak lagi.
Oh iya sebelum saya cerita tentang ke-panum-an, ada sedikit cerita sebelum saya wisuda kemarin. Dulu ada info bakal ada ujian OSCE dan CBT langsung setelah wisuda karena mengikuti cara angkatan yang bulan November kemarin. Jadi saya dengan terpaksa membawa beberapa buku kuliah saya ke Palembang untuk dipelajari dirumah (ya... walaupun pada akhirnya ini cuma pencitraan karena saya malas menyentuh mereka haha). Saya mulai menyicil sedikit demi sedikit materi yang dianggap bakal masuk diujian nanti meskipun ujungnya dipanggil sama mama untuk ikut membantunya beresin rumah haha. Tapi H-7 wisuda, saya di jarkomin bahwa ujian diundur setelah panum paling tidak sekitar bulan Maret 2017. Okay, saya langsung merasakan free buat liburan seutuhnya~~~ goodbye book haha!
Panum diadakan tanggal 1 Maret, saya mesti menghadiri pembukaan dari seorang dosen. Dosen menyampaikan beberapa nasihat untuk kami. Nasihat yang menurut saya lebih ke arah menakut-takuti sih ~.~ Mulai saat itu, dimulai kegiatannya sampai 2 minggu. Sebelum melaksanakan panum, kami mengikuti CBT PRE-TEST PANUM yang dilaksanakan diawal kegiatan panum dan juga harus diakhir panum dengan CBT POST-TEST PANUM. To much ujian dalam 3 minggu.
Tanggal The Real CBT dan OSCE sudah ditetapkan, yaitu tanggal 13-14 Maret 2017. Saya mulai belajar serius H-3 ujian (Please ini jangan ditiru). Saya ikut belajar kelompok dengan teman-teman dengan membahas hal-hal yang kemungkinan akan ditanyakan saat ujian.
Ujian CBT dilaksanakan tanggal 13 Maret 2017 dengan soal yang lumayan bikin saya ngantuk karena panjang-panjang sekali soalnya sudah seperti cerita dongeng. Saya merasa tidak maksimal mengerjakannya. Lalu dilanjutkan ujian OSCE diesok harinya yang selalu jadi momok menakutkan semua temen-temen. Dihari itu saya sudah sangat lemas takut tidak bisa menjawab soal yang mesti dijawab langsung didepan dosen. Saya sempat dimarahin oleh satu dosen saya karena tidak tahu mesti jawab apa. Betapa malunya saya disitu. Tapi ada juga dosen yang sangat baik hati karena membantu saya. Saya selesai ujian hanya bisa pasrah kalau pada akhirnya saya tidak lulus.
Tanggal 16 Maret 2017 adalah tanggal pengumuman hasil ujian. Hasil ujian diumumkan siang hari sekitar jam 1-an dan alhamdulillah saya diberikan kepercayaan untuk menjadi seorang koas. Saya harap saya bisa melaksanakan tugas dengan baik dan tidak merugikan pasien saya nantinya. Aamiin :)

Minggu, 26 Maret 2017

Dunia Kuliah~

Selamat sore blogieee, sudah lama sekali ya saya tidak mengunjungi blog ini. Sebenarnya saya bingung mau cerita tentang apa disini. Apa cerita tentang perjalanan S1 saya di kedokteran gigi menarik buat diceritakan? Saya harap cerita ini dapat menjadi kenangan saya suatu saat nanti ketika saya sudah jadi seorang ibu nanti haha.Saya adalah salah satu mahasiswa yang kuliah di Universitas Gadjah Mada angkatan 2012 yang mengambil fakultas Kedokteran Gigi dengan prodi Pendidikan Dokter Gigi.

Ini hasil capture-an hp saya dan maaf ada beberapa yang saya sensor Sebelum saya resmi menjadi mahasiswa UGM, saya diwajibkan mengikuti program Matrikulasi. Saya sebetulnya kurang tau makna dari program ini, tapi saya cukup senang karena bisa menambah ilmu dan teman baru disini. Dokumentasi dari program ini cukup susah didapat, karena anak-anaknya masih suka ngumpul se-geng daerahnya haha. Tapi ini ada beberapa foto yang ada di laptop saya.

Mereka adalah teman-teman kelas IPA A 

Ini saat acara outdoor didaerah Magelang dekat Candi BorobudurSewaktu saya resmi dilantik menjadi Gamada (Gadjah Mada Muda) itu kalau tidak salah baru pertama kalinya diadakan PALAPA. PALAPA itu sejenis ospek universitas yang menurut saya sangat asik dijalani walaupun terasa lelah dan panas haha. Saya dulu juga mesti membagi waktu untuk mempersiapkan keperluan ospek universitas dan ospek fakultas dalam 1 hari. Oh iya, saya dulu masuk dalam Kelompok 166 dan kalau tidak salah masuk kluster Sosio-Humaniora dengan warna orange untuk mengisi ke bagian Pulau Papua. (PALAPA tahun 2012 membentuk Kepulauan Indonesia) Saat itu, kegiatannya hanya upacara pembukaan, lalu diisi materi dari universitas dan penutupnya melakukan tarian daerah. Seru sekali. Ini saya kasih foto-foto dokumentasi yang saya save di laptop saya.

Keren sekali kan? Saya berasa seperti semut dikerumunan Kelompok Papua (Orange) 

Muka saya dan teman-teman sekelompok benar-benar kusam ya haha. Wajah juga masih wajah SMA sekali. Mungkin teman-teman saya ini sudah lupa dengan saya karena tidak pernah kumpul lagi setelah acara PALAPA ini.PPSMB Fakultas Kedokteran Gigi dilaksanakan 3 hari yang diisi oleh seminar oleh pembicara dan drama haha. Saya cuma punya foto ini dan foto ini juga diambilnya dadakan karena disuruh kumpulin foto angkatan tapi kami belum juga berfoto sehingga kami ambil saat malam hari setelah ppsmb berlangsung.

Saya dulu beranggapan kalau jurusan yang saya ambil ini hanya berkutat di gigi saja dan tidak bakal susah mendapat gelar (drg). Ternyata semua yang saya pikirkan itu salah haha. Saya merasa masuk ke jurang setelah menjalani 1 semester perkuliahan. Saya pernah minta untuk ikut snmptn ulang (sekarang namanya sbmptn) ke orang tua saya, tapi orang tua saya tidak mengizinkan. "Jurusan ini bukan nadya banget" itu yang saya rasakan dulu. Selama 2 semester hampir tiap minggu saya nangis karena tidak kuat dengan semuanya.tapi di semester 3 saya mulai bangkit, perlahan saya memulai untuk menyukai segala mata kuliah yang ada dan alhamdulillah nilai saya lumayan naik saat itu. Jungkir balik saya saat perkuliahan membuat saya menjadi seorang nadya yang lebih kuat dari sebelumnya walaupun saya juga pernah dimasa down dan ingin cepat nikah saja heehe.Ditengah perjalanan kami meraih cita-cita ada satu teman saya yang dipanggil Allah SWT terlebih dahulu. Namanya Syifa. Saya sedih sekali ditinggalnya, karena dia adalah teman dekat saya disini yang sering sekelompok bareng karena nim saya dan dia dekatan bahkan jika ujian, dia duduk disamping saya. Saya rindu dia. Semoga dia sedang berada disurganya Allah SWT aamiin.

She was wearing a black shirt :(

Sampai saatnya KKN. Persiapan KKN ternyata tidak mudah ya, harus mencari dana sendiri untuk melaksanakan program. Di KKN ini, saya juga punya banyak drama yang tidak bisa saya lupakan. Saat KKN ada banyak cerita menarik dan cerita sedihnya. Nano-nano deh.

Saya KKN dua kali di dua periode (genap dan ganjil) karena saya mesti mengganti hari yang saya pakai untuk mengikuti remedial fakultas. Lokasi KKN kedua saya didaerah Kulonprogo. Saya beruntung mempunyai teman baru disini yang kondisi teman subunit yang sangat care dengan saya.

Setelah KKN pertama selesai, saya menghadapi yang namanya Skripsi. Momok menakutkan setiap mahasiswa tingkat akhir. Saya awalnya mendaftar dibidang Periodonsia dan Biomedika, tapi saya tidak diterima. Gimana tidak diterima, saya saja buat judul dan mengerjakan outline serba dadakan. Dengan terpaksa saya dijebloskan ke bagian Prostodonsia dengan dosen pembimbing yang lumayan mempunyai kata-kata pedasnya haha. Di skripsi ini pun penuh dengan drama (kayanya semua kehidupan saya penuh drama ya haha), salah satunya saya pernah nangis karena kata-kata dosen. Ya maklum saja, hati saya lagi rapuh saat itu. Tanggal 18 April 2016 saya melaksanakan seminar proposal bersama Jatu.

Selesainya seminar proposal, saya memulai penelitian di laboratorium. Ketika penelitian sudah selesai, saya langsung melanjutkan mengerjakan sisa bab. Sayangnya, saya mengerjakan sisa bab ini cukup lama karena saya cukup malas untuk melanjutkannya lagipula saya masih mengambil ulang mata kuliah saya yang punya nilai jelek. Tapi orang tua saya terus menyuruh saya untuk selesaikan skripsi biar tidak ada beban lagi. Saya mulai terpacu, ditambah teman-teman sudah mulai pada wisuda. Saya tidak mau ketinggalan dong? hehe. Saya sempat sulit menyelesaikan bab IV skripsi saya. Deadline pun semakin mendekat. Di tanggal 22 Desember 2016, akhirnya saya sidang skripsi. Pada saat sidang pun, masih ada drama yang muncul. Ya. Dosen pembimbing saya tidak dapat hadir karena masalah keluarga yang mendadak. Saya panik. Tapi alhamdulillah masih bisa dilaksanakan.

Bersama teman KKN

Bersama adik-adik tercintaTanggal 16 Februari 2017, saya akhirnya diwisuda haha. Tidak tau mau sedih atau senang, rasanya mau campur aduk. Karena memegang beban gelar S.Kg itu cukup berat bagiku karena setelah ini ada yang namanya coass, yang jauh lebih berat dari S1 :) Doakan saya ya supaya saya bisa menjalankan perkoas-an dengan lancar dan pasien senang dan puas dirawat oleh saya.

Bersama Nim Atas Ganjil untuk merayakan saya yang wisuda terakhir diantara kami. haha Tidak lupa dengan gelarnya MISS KOREA MENUJU KOAS. LMAO

Saya yang terakhir wisuda diantara kami berempat. 

Miris sekali melihat foto ini karena mesti digabungkan oleh photoshop :) Saya harap permohonan saya untuk bisa kumpul lengkap setelah sukses itu dapat segera terwujud ya. Aamiin 

Ini ada bonus foto angkatan yang terbaru ~ President2012


Can you spot me?