Saya tanggal 20 Februari 2017 kemarin mengikuti pelatihan BLS (Basic Life Support) yang wajib diikuti seluruh calon koas dan ada beberapa civitas akademik juga ikut pelatihan ini. Kebetulan saya memiliki absen awal jadi bisa ikut pelatihan terlebih dahulu (Kloter 1) yang diadakan tanggal 20-21 Februari 2017. Tidak lupa juga diadakan pre-test dan post-test setelah acara ini selesai. Saya mendapatkan banyak ilmu dipelatihan ini, terutama dalam menghadapi situasi gawat darurat. Bahkan saya baru tahu kalau orang yang kecelakaan dijalan itu mesti distabilkan dulu vital signnya baru bisa dibawa menggunakan ambulance ke rumah sakit ~.~ Dan satu lagi, saya juga baru tahu kalau sirine ambulance itu seharusnya hanya dipakai saat menjemput pasien, sedangkan saat mengangkut pasien tidak diperbolehkan menggunakan sirine. Wow. Saya juga diajarkan cara penanganan pendarahan menggunakan balut tekan, dan masih banyak lagi.
Oh iya sebelum saya cerita tentang ke-panum-an, ada sedikit cerita sebelum saya wisuda kemarin. Dulu ada info bakal ada ujian OSCE dan CBT langsung setelah wisuda karena mengikuti cara angkatan yang bulan November kemarin. Jadi saya dengan terpaksa membawa beberapa buku kuliah saya ke Palembang untuk dipelajari dirumah (ya... walaupun pada akhirnya ini cuma pencitraan karena saya malas menyentuh mereka haha). Saya mulai menyicil sedikit demi sedikit materi yang dianggap bakal masuk diujian nanti meskipun ujungnya dipanggil sama mama untuk ikut membantunya beresin rumah haha. Tapi H-7 wisuda, saya di jarkomin bahwa ujian diundur setelah panum paling tidak sekitar bulan Maret 2017. Okay, saya langsung merasakan free buat liburan seutuhnya~~~ goodbye book haha!
Panum diadakan tanggal 1 Maret, saya mesti menghadiri pembukaan dari seorang dosen. Dosen menyampaikan beberapa nasihat untuk kami. Nasihat yang menurut saya lebih ke arah menakut-takuti sih ~.~ Mulai saat itu, dimulai kegiatannya sampai 2 minggu. Sebelum melaksanakan panum, kami mengikuti CBT PRE-TEST PANUM yang dilaksanakan diawal kegiatan panum dan juga harus diakhir panum dengan CBT POST-TEST PANUM. To much ujian dalam 3 minggu.
Tanggal The Real CBT dan OSCE sudah ditetapkan, yaitu tanggal 13-14 Maret 2017. Saya mulai belajar serius H-3 ujian (Please ini jangan ditiru). Saya ikut belajar kelompok dengan teman-teman dengan membahas hal-hal yang kemungkinan akan ditanyakan saat ujian.
Ujian CBT dilaksanakan tanggal 13 Maret 2017 dengan soal yang lumayan bikin saya ngantuk karena panjang-panjang sekali soalnya sudah seperti cerita dongeng. Saya merasa tidak maksimal mengerjakannya. Lalu dilanjutkan ujian OSCE diesok harinya yang selalu jadi momok menakutkan semua temen-temen. Dihari itu saya sudah sangat lemas takut tidak bisa menjawab soal yang mesti dijawab langsung didepan dosen. Saya sempat dimarahin oleh satu dosen saya karena tidak tahu mesti jawab apa. Betapa malunya saya disitu. Tapi ada juga dosen yang sangat baik hati karena membantu saya. Saya selesai ujian hanya bisa pasrah kalau pada akhirnya saya tidak lulus.
Tanggal 16 Maret 2017 adalah tanggal pengumuman hasil ujian. Hasil ujian diumumkan siang hari sekitar jam 1-an dan alhamdulillah saya diberikan kepercayaan untuk menjadi seorang koas. Saya harap saya bisa melaksanakan tugas dengan baik dan tidak merugikan pasien saya nantinya. Aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar